Dalam dunia kerja yang terus berubah, tekanan datang dari berbagai arah: tuntutan target, dinamika tim, perubahan strategi, hingga ketidakpastian yang sulit diprediksi.
Tidak semua karyawan merespons tekanan dengan cara yang sama; ada yang tetap kuat, ada yang mudah goyah, dan ada yang membutuhkan dukungan lebih.
Sering kali, organisasi menilai performa dari hasil akhir, tanpa memahami kemampuan individu dalam mengelola stres, fokus, dan rasa percaya diri.
Padahal, ketahanan mental adalah fondasi utama untuk menghadapi perubahan.
Employee Mental Toughness dari ESQ Human Insight dirancang untuk melihat lebih dari sekadar perilaku permukaan.
Dengan pendekatan yang mengukur inner strength (ketahanan dari dalam) dan outer orientation (cara seseorang menghadapi dunia luar), tools ini memberikan gambaran nyata tentang:
Pendekatan ESQ menggabungkan aspek psikologis dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga hasilnya tidak hanya informatif, tetapi juga membantu meningkatkan well-being karyawan.
1. Instrumen survei berbasis skala Likert.
2. Pertanyaan disusun berdasarkan domain utama: Control, Confidence, Commitment, Challenge, Sense of Purpose, Connectedness.
3. Responden diminta menilai pernyataan sesuai kondisi diri mereka saat ini.
1. Mengukur tingkat ketahanan mental (resilience) dalam menghadapi tantangan, tekanan, dan perubahan.
2. Memetakan inner strength (dimensi emosional) dan outer orientation (dimensi kognitif) sebagai fondasi mental toughness.
3. Mengidentifikasi sejauh mana responden memiliki keyakinan, makna hidup, dan nilai inti yang mendukung ketahanan mental.
1. Skor Total Mental Toughness / Resilience: gambaran umum tingkat ketahanan mental individu/kelompok.
2. Indeks Spiritual Dimension
3. Indeks Inner Strength
4. Indeks Outer Orientation
Dengan mengetahui kondisi mental toughness, organisasi dapat membangun tim yang lebih stabil, percaya diri, dan adaptif.
Contact Us