Karyawan bukan hanya datang untuk bekerja, mereka mengalami berbagai momen di tempat kerja bagaimana mereka disambut, bagaimana atasan mendukung, bagaimana proses berjalan, hingga bagaimana organisasi merespons kebutuhan mereka. Setiap interaksi kecil memberi dampak besar. Jika pengalaman positif, karyawan merasa dihargai dan termotivasi. Jika pengalaman negatif terjadi berulang, semangat bisa turun tanpa disadari. Banyak organisasi baru menyadari masalah setelah muncul turnover, burnout, atau penurunan performa. Padahal akar persoalannya biasanya sederhana pengalaman kerja yang tidak konsisten.
Employee Experience Survey dari ESQ Human Insight menggali perjalanan karyawan dari awal masuk hingga bekerja sehari-hari.
Pendekatan ini tidak hanya menilai kepuasan, tetapi momen-momen kritis yang memengaruhi motivasi, keterlibatan, dan hubungan mereka dengan organisasi. Dengan pendekatan ESQ yang human-centered, survei ini melihat pengalaman karyawan dari tiga sisi emosional, profesional, dan budaya. Hasilnya memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang benar-benar dirasakan karyawan.
Pengisian kuesioner menggunakan skala likert 1-6 (Sangat Tidak Setuju - Setuju)
1. Mengetahui indeks kesehatan budaya organisasi.
2. Mengukur tingkat implementasi nilai organisasi dalam budaya saat ini.
3. Mengidentifikasi aspirasi pegawai terhadap budaya saat ini dan budaya organisasi ke depan.
4. Mengungkap area yang perlu ditingkatkan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi (hidden issues).
1. Indeks Employee Experience
2. IPA (Importance Performance Analysis) Matrix, actionable steps area mana yang harus diprioritaskan
Dengan pengalaman karyawan yang lebih positif, produktivitas meningkat, turnover menurun, dan budaya organisasi tumbuh lebih kuat.
Contact Us